09 December 2008

Pengalamanku Di Ponorogo

Sebenarnya saya baru sekali pergi ke Ponorogo. foto alun-alun di PonorogoTetapi bagi saya itu sangat berkesan walau cuma sehari semalam di sana.

ceritanya begini. Waktu itu saya ingin bertemu atau kopdar dengan teman yang tidak sengaja saya kenal lewat sms/telepon (cewek nich jadi saya bela-belain ke sana). Rumahnya di Ponorogo (Saya lupa alamatnya di mana). Kebetulan teman saya yang lain kuliah di Universitas Merdeka di Ponorogo. Akhirnya saya buat rencana untuk pergi bareng dengan teman saya ini (Andika namanya) ke Ponorogo. Hufht, cukup jauh juga perjalanan dari Ngawi ke Ponorogo. Untung berangkatnya pagi-pagi biar bisa lebih lama di Ponorogo. Jalan menuju kota Ponorogo sangat bagus. Menurut saya lebih bagus daripada ke Bojonegoro (Hehee. Semoga Pemerintah cepat tanggap memperbaiki jalannya).

Sampai di sana, saya dan Andika bertemu dengan cewek ini di alun-alun yang terkenal dengan kesenian reyog. Dia bersama dengan teman ceweknya yang lain. Kami pun memesan es di dekat pohon beringin di sana. Wah, segar rasanya. Panas-panas minum es di bawah pohon beringin apalagi lihat cewek-ceweknya. Hehee.

Sejenak kita ngobrol ngalor-ngidul. Si Andika terpaksa harus meninggalkan saya karena ada jam kuliah. Setelah beberapa menit saya pun diajak main ke rumah cewek ini. Yah, mungkin karena cuaca panas.

Rumahnya lumayan jauh. Jalan ke arah Pacitan sekitar 5 km dari kota Ponorogo. Dan masih belok lagi. Wah, hafal gak ya jalan pulangnya??? Hehee. Di rumahnya saya pun ngobrol ngalor-ngidul lagi sambil makan buah yang disediakan. Di rumahnya lumayan rame, saya pun dibombardir pertanyaan oleh keluarganya. Waduh, padahal pacaran juga belum.

Beberapa jam kemudian saya kembali ke alun-alun ponorogo. Andika sudah selesai kuliahnya. Kami pun berencana pulang. Tapi di tengah jalan, kami mendadak mengubah rencana untuk pulang besok paginya. Mumpung besok minggu pasti nanti malam rame di Ponorogo.

Kota Ponorogo pas malam minggu memang rame sekali. Kebetulan sedang ada pasar malam. Jadi tidak sia-sia saya bermalam di sana. Di alun-alun, walau sudah malam tapi aktivitas olahraga pemuda di sana tetap dilakukan. Ada yang latihan skateboard dengan atraksi yang menarik. Ada yang main sepakbola padahal waktu itu sekitar jam setengah 10 malam. Pasar malamnya pun juga begitu. Berbagai macam barang dan makanan dijual di sana. Untuk mengisi perut saya yang kosong, nasi pecel di alun-alun jadi pilihan kami.

Hari semakin larut kami pun istirahat di pinggir alun-alun. Di sana ada kursi panjang jadi bisa sambil tiduran. Jalanan juga sudah sepi. Cuma beberapa orang dan kendaraan yang lalu-lalang.

Karena sudah kecapekan dan mengantuk, kami pun menuju masjid untuk tidur. Maklum, tidak ada teman dekat di sana. Jadi harus cari tempat buat tidur. Saat mau masuk ke masjid, ternyata walau pintu pagarnya dibuka tetapi harus melalui tangga. Jelas saja motor yang dibawa tidak bisa masuk. Kami pun bingung. Kebetulan di samping Masjid Agung kota reyog ini ada pos siskamling beralas karpet. Hehee. Tanpa pikir panjang kami tidur di sana.

Entah karena suhunya yang dingin, banyak nyamuk atau takut motor dicuri. Saya paling sering bangun waktu itu. Si Andika malah tidur nyenyak. Wah, klo sampai rumah nanti saya akan tidur sepuasnya. Hehee.

Esok paginya saya beli wedhang jahe dan sarapan biar hangat badan kami. Duduk-duduk di pinggir jalan padahal waktu itu orang-orang banyak yang berolahraga. Hehee. Jadi malu karena belum mandi sama sekali.

Itu sedikit pengalaman saya saat di Ponorogo. Nanti saya akan posting tentang Ponorogo lagi. Mungkin tentang Grebeg Suro atau hal yang lainnya yang menarik. Oh iya, bagi anda yang ingin melihat grebeg suro. Silahkan datang saja ke Ponorogo. Atau anda bisa lihat situsnya di http://kotareyog.com.

Technorati Tags:

7 comments on “Pengalamanku Di Ponorogo” :

Post a Comment

-------------Bila berkenan berikan rating bintang di artikel ini--

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar Anda di blog cerita zebhi. Terima Kasih. :D

Related Posts with Thumbnails